Studi : Pertanian organik lebih menguntungkan dari segala sisi!

Ahli gizi sering mengklaim bahwa produk konvensional tidak berbeda dari produk organik. Namun studi baru yang baru-baru ini diterbitkan dalam versi online, peer-review jurnal Public Library of Science (PLoS) membuktikan sebaliknya. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa buah-buahan dan sayuran organik memberi kontribusi gizi yang lebih besar dan menghasilkan lebih baik, lahan lebih “sehat” dari pada tanah rekan-rekan mereka.
John Reganold, guru besar ilmu tanah di Washington State University Bupati dan penulis dari studi baru, dan rekan-rekannya melakukan analisis yang paling komprehensif pada jenis tanah produksi komersial dan stroberi yang tumbuh di dalamnya. (Stroberi Konvensional, karena secara umum diketahui bahwa stroberi adalah salah satu buah yang sarat pestisida).
Reganold dan timnya menganalisis 31 kimia yang berbeda dan sifat biologi tanah – termasuk DNA tanah – dan melakukan tes pada kualitas, nilai gizi dan rasa dari 26 stroberi berbeda dari kedua bidang konvensional dan organik.
Hasil Penelitian
Organik stroberi mengandung antioksidan jauh lebih banyak, vitamin C dan senyawa polifenolik menguntungkan dari stroberi konvensional, dan mereka memiliki daya tahan (hidup) lebih panjang. Stroberi organik juga mengandung material kering yang lebih banyak per volume (makna yang lebih aktual dari strawberry) dibanding stroberi konvensional.
Dalam sebuah uji rasa sample menunjukkan bahwa rasa stroberi organik lebih baik secara keseluruhan, baik dari segi rasa manis dibanding stroberi konvensional. Dan ketika dilihat dari semua sisi, stroberi organik lebih menarik secara visual.
Kualitas Tanah
Tidak berhenti hanya di situ. Dalam tes tanah, tanah organik diuji sangat kaya nutrisi penting, enzim dan biologi dan unsur-unsur kimia. Kondisi seperti ini tidak ditemukan di lahan konvensional. Tanah nutrisi tersebut sangat penting untuk menghasilkan buah yang kaya nutrisi, serta untuk mempertahankan kondisi tanah yang sehat yang menjaga dan meningkatkan integritas lingkungan.
Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa produk organik dapat menghasilkan dalam jumlah yang sama (atau bahkan lebih baik) dibanding produksi di lahan konvensional. Dalam arti tanpa semua bahan kimia berbahaya dan pestisida yang menghancurkan baik kesehatan manusia maupun lingkungan.
Sudah saatnya sekarang untuk memproduksi dan mengkonsumsi produk-produk organik. (source : naturalnews)
Remajakan kembali kulit anda dengan keju!

Kalau gula disebut-sebut dapat menyebabkan keriput dan berujung penuaan dini, maka sebaliknya keju dapat mengataasi kulit keriput.
Selama ini kita menikmati keju untuk mendapatkan manfaat kalsiumnya, yang baik untuk tulang dan gigi. Namun, siapa yang menyangka kalau keju juga baik untuk kesehatan kulit?
Para peneliti belum lama ini membuktikan bahwa keju Cheshire (Cheshire adalah salah satu daerah di Inggris) yang mudah remuk berkhasiat untuk mencegah keriput. Mencampur keju jenis ini dengan double cream dapat menghasilkan semacam adonan yang, ketika diaplikasikan ke kulit muka, akan memberikan efek lembap pada kulit yang kering dalam waktu 15 menit.
Anda tak perlu heran dengan penemuan ini, karena susu telah lama menjadi bahan yang umum digunakan pada produk-produk kecantikan. Susu, yang merupakan bahan dasar keju, memproduksi bahan pengelupas natural yang mampu menutrisi kulit. Anda mulai berubah pikiran terhadap susu dan keju? Coba deh… (source : kcm)

